Tuan,
terimakasih untuk beberapa hari ini. Kemarin seharian kau membantuku membuat
surprise untuk nya. Rela pulang malam hanya untuk membantuku menyiapkan
semuanya. Aku tak tahu apa maksud di balik kebaikanmu itu. Yang aku tau kau
tulus membantuku.
Tuan, maaf
bila ku sering merepotkanmu. Aku pernah bilangkan aku pasti sering
merepotkanmu, jadi maafkan aku ya bila aku banyak membuat mu susah. Dan jangan
pernah bosan untuk aku repotkan.
Karena aku kau rela capek, karena aku juga kau korbankan perasaan cemburu mu. Ahh terlalu percaya diri kah aku bilang begitu tuan? Tapi rasanya tidak. Terpancar dari raut wajahmu setelah semuanya selesai kita buat. Mungkin aku memang bodoh tak bisa begitu cepat menyadari kalau kau begitu amat terluka, tapi aku malah begitu saja membiarkanmu membantuku.
Tapi terimakasih tuan, bantuanmu malam itu sangat membantuku menyelesaikan acaraku untuknya.
Karena aku kau rela capek, karena aku juga kau korbankan perasaan cemburu mu. Ahh terlalu percaya diri kah aku bilang begitu tuan? Tapi rasanya tidak. Terpancar dari raut wajahmu setelah semuanya selesai kita buat. Mungkin aku memang bodoh tak bisa begitu cepat menyadari kalau kau begitu amat terluka, tapi aku malah begitu saja membiarkanmu membantuku.
Tapi terimakasih tuan, bantuanmu malam itu sangat membantuku menyelesaikan acaraku untuknya.
Tuhan,
menapa kau mengenalkan aku pada sosok sebaik dia? Mengapa aku dan dia begitu
cepat mempunyai rasa nyaman. Ntahlah aku bingung untuk menjelaskan nya seperti
apa.
Perasaan nyaman yang tidak bisa aku jelaskan pada diriku dan dirinya. Aku juga tak mengerti.
Tuhan, boleh aku minta tolong? Tolong buat rasa ini hanya sebatas kenyaman saja, tak lebih, dan tak boleh untuk lebih lagi.
Perasaan nyaman yang tidak bisa aku jelaskan pada diriku dan dirinya. Aku juga tak mengerti.
Tuhan, boleh aku minta tolong? Tolong buat rasa ini hanya sebatas kenyaman saja, tak lebih, dan tak boleh untuk lebih lagi.
Terimakasih
tuan atas semua kejujuran tentang perasaanmu, maaf aku tak bisa memberikan lebih
untukmu. Tapi aku hargai semua kejujuranmu.
Tuan aku
harus bagaimana denganmu? Kau begitu baik, bahkan kau teramat baik. Aku harus
membalas kebaikan mu seperti apa? Maaf aku tak punya apa pun untuk membalasnya.
Tuan terimakasih telah mengenalkanku pada dunia luar, terimakasih telah
memperkenalkan dunia yang belum pernah aku jumpai sebelumnya. Entah kenapa aku
suka menghabiskan waktu bersamamu. Bersamamu aku merasa jadi diri ku sendiri,
di depanku kau selalu bertingkah konyol, tolol hahaha kau terlihat bodoh tuan
kalau kau sudah bersamaku.
Untuk tuan
yang selalu suka melihat gemerlapnya keramaian lampu ibokata di malam hari,
terimakasih sudah begitu baik dengan ku. Maaf aku tak bisa membalas semua
kebaikanmu.
Tolong jangan pernah berfikir aku memanfaatkanmu untuk situasi seperti ini. Sungguh aku tak pernah bermaksud untuk memanfaatkan orang sebaikmu. Terserah kau mau mengganggapku apa, tapi aku tak pernah ingin menyakitimu.
Tolong jangan pernah berfikir aku memanfaatkanmu untuk situasi seperti ini. Sungguh aku tak pernah bermaksud untuk memanfaatkan orang sebaikmu. Terserah kau mau mengganggapku apa, tapi aku tak pernah ingin menyakitimu.
Terimakasih untuk dua
hari yang konyol ini tuan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar