Lagi lagi
dan lagi, tuan si pembuat onar kenapa kau terus muncul di pikiranku. Mengapa aku
harus selalu rindu akan pesan singkatmu untuk sekedar menyapa “Hai, fans”. Pesan
singkat yang membuat ku merasa senang ketika aku tahu pesan itu ternyata
darimu. Mood boster ku yang selalu ada untuk ku, bisa tidak kamu berhenti
memanggilku dengan panggilan konyolmu, panggilan yang kau berikan ketika aku serba
ingin tahu tapi aku tak bisa mencerna semua kata-katamu.
“OLA” itu panggilan yang kau sebutkan untuk ku. Aku benci dengan panggil itu, aku bukan lola. Aku hanya tidak mengerti apa yang kamu jelaskan. Bukan karena aku lemot, itu memang karena kamu yang terlalu rumit menjelaskan.
“OLA” itu panggilan yang kau sebutkan untuk ku. Aku benci dengan panggil itu, aku bukan lola. Aku hanya tidak mengerti apa yang kamu jelaskan. Bukan karena aku lemot, itu memang karena kamu yang terlalu rumit menjelaskan.
Rasanya dari
kemarin aku ingin menulis banyak tentangmu, tapi aku tak punya banyak waktu. Haha
atau mungkin karena aku malas membuka laptopku. Dan baru hari ini lagi aku baru
sempat menulis ini.
Tuan tolong jangan tertawakan aku kalau kamu tahu aku menulis ini untukmu. Jangan
mampir ke blog ku karena aku tak mau kau tahu.
Sungguh aku malu, aku malu untuk mengakui aku nyaman denganmu. Tidak untuk mencintaimu, tapi aku hanya nyaman dengan mu itu saja. Karena kamu terlalu membuat aku merasa nyaman dengan semua tingkah lakumu.
Sungguh aku malu, aku malu untuk mengakui aku nyaman denganmu. Tidak untuk mencintaimu, tapi aku hanya nyaman dengan mu itu saja. Karena kamu terlalu membuat aku merasa nyaman dengan semua tingkah lakumu.
Tuan, aku
suka dengan caramu memperhatikan aku, walaupun kamu slalu menyangkal dengan
semua itu. Aku suka saat kau takut aku marah. Aku suka kau perhatikan. Bahkan aku
selalu suka naik mobilmu, mobil yang selalu kau bilang butut. Tapi bagiku bukan
mobilnya tapi orangnya yang bisa membuat ku nyaman ketika berada di dekatnya. Entah
kenapa aku suka.
Bodoh ya aku, nyaman dengan orang seperti kamu. Orang yang selalu bercerita tentang perempuan yang dia suka. Ntah lah aku hanya bisa jadi pendengar yang baik untukmu. Tanpa tahu siapa perempuan yang kau maksud itu.
Bodoh ya aku, nyaman dengan orang seperti kamu. Orang yang selalu bercerita tentang perempuan yang dia suka. Ntah lah aku hanya bisa jadi pendengar yang baik untukmu. Tanpa tahu siapa perempuan yang kau maksud itu.
Tuan,
rasanya kalau ku ceritakan semua tentangmu tak akan habis cuma satu malam. Mungkin
bisa berhari-hari atau mungkin berminggu-minggu. Terlalu lebay kah aku? Tidak,
ini bukan soal lebay atau tidaknya. Ini hanya tentang aku yang nyaman bersama
orang yang baru ku kenal .
Aku
mengenalmu sudah cukup lama, tapi tidak sampai bertahun-tahun, aku baru
mengenalmu sekitar beberapa bulan yang lalu. Cukup lama bukan? Haha
Tapi seperti itulah kamu, baru ku kenal tapi bisa membuatku nyaman.
Tapi seperti itulah kamu, baru ku kenal tapi bisa membuatku nyaman.
Tuan tetap
jadi mood bosterku ya... Jangan pernah bosan dengan semua tingkah laku ku yang
selalu merepotkanmu. Sungguh tuan aku tak pernah bermaksud seperti itu.
Untuk orang
yang selalu bilang ola, kamu lebih lola dariku lebih lemot dariku dan lebih
menyebalkan dariku :p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar